Author Archive Gerai Dinar Pekalongan

ByGerai Dinar Pekalongan

Tips For Buying Cheap Papers

Have you been hunting for cheap papers? You have arrived at the ideal location. Finding cheap and cheap copies of the newspapers can be challenging, but it’s not impossible. Below are some things which you can do so as to locate paper at reasonable prices.

First thing which you should do is see your neighborhood library and have Read More

ByGerai Dinar Pekalongan

Term Paper Writers

Writing a term paper is a tricky endeavor, and most teachers will have trouble creating an adequate number of essay topics to start with. The issue with trying to make things easy for your own students nevertheless, is that they will not have sufficient time to write a lengthy topic at a single sitting, and when they do, then they may not Read More

ByGerai Dinar Pekalongan

Why Research Papers For Sale Is a Good Choice

Even though the ability to buy research papers available online has been around for quite a while, it’s only in the last decade the online purchase of online and offline books has begun to get a serious foothold. Today, the number of internet purchases of research documents available has begun to overtake the quantities of purchases made offline.

Therefore, Read More

ByGerai Dinar Pekalongan

Selecting an Essay Service

Writing services really are a terrific way to turn your school essays much more engaging. They are sometimes a means to save money in the procedure, as well as a fantastic way to impress your professor. However, deciding on the best essay services for you can be tricky, and being aware of what to search for before you hire them can help make Read More

ByGerai Dinar Pekalongan

Essay Writing Services

The current growth within the sphere of essay writing was credited to the rapid paced life style of many pupils. It has lead to more demanding tests, studying and homework, which is a critical setback for students cheap writing services that are searching for essay solutions. Many pupils become Read More

ByGerai Dinar Pekalongan

The Best Way To Advertise Your Own Term Papers For Sale

So you have finished your term papers for sale, and you’re now prepared to start selling. However, do you know how to market?

There are certain things you want to do in order to make certain you get good results with your term papers for sale. If you don’t take some opportunity to make sure that you’re getting it correctly, you may end Read More

ByGerai Dinar Pekalongan

Mengenal Muhaimin Iqbal, Sosok Dibalik Startup iGrow yang Sarat Prestasi

Sosok Muhaimin Iqbal barangkali tidak begitu banyak diperbincangkan seperti halnya Andreas Senjaya, anak muda yang beberapa waktu lalu sempat berjibaku di Silicon Valley dengan iGrow nya. Ternyata ia adalah pencetus atau inisiator utama ide startup yang menjadi juara dua di kompetisi tingkat internasional di Istanbul, Turki pada tahun 2015.

Siapakah ia sebenarnya? Yuk, kita berkenalan.

Muhaimin Iqbal di dunia usaha Indonesia, khususnya yang berbasis Islam, sebenarnya sudah tidak asing lagi. Beliau adalah pendiri Gerai Dinar, sebuah usaha jual beli dinar dan dirham.

Usaha ini ia perkuat dengan membuat website geraidinar.com yang di dalamnya berisi tidak hanya perkembangan harga dinar, dirham, dan emas saja namun juga artikel-artikel berisi ide-ide maupun motivasi yang sebagian besar ditulis oleh Muhaimin sendiri. Dapat dikatakan ia adalah seorang pengusaha yang juga penulis.

Muhaimin Iqbal lahir di Nganjuk, Jawa Timur, 17 Maret 1963. Ia dibesarkan di lingkungan pesantren karena ayahnya, Imam Hambali, merupakan pimpinan pesantren tersebut. Meskipun begitu, sekolah formal tidak ditinggalkannya. Pagi hari ia belajar di sekolah umum, sore atau malam harinya ia nyantri di madrasah. Dapat dibayangkan betapa sibuknya seorang Muhaimin kecil.

Terbiasa dengan kesibukan belajar yang dilakukannya, Muhaimin Iqbal berhasil menyelesaikan pelajarannya dengan gemilang dan memperoleh nilai tertinggi di SMU Muhammadiyah I Yogyakarta. Ia pun lalu masuk IPB (Institut Pertanian Bogor) tanpa tes.

Di IPB ia memilih jurusan Mekanisasi Pertanian dan lulus pada tahun 1985 dengan memperoleh nilai tertinggi selama jurusan itu berdiri sejak 18 tahun yang lalu. Prestasi dan budaya belajarnya yang sangat baik inilah salah satu faktor yang membuatnya cukup lancar ketika menjalani dunia kerja.

Setelah diterima menjadi pegawai biasa, hanya dalam beberapa bulan saja Muhaimin Iqbal sudah naik jabatan. Tidak hanya berhenti disitu saja, posisinya terus merangkak naik hingga menjadi General Manager.

Ia sempat menduduki jabatan direksi perusahaan jasa keuangan yang dikelola bersama mitranya yang kebanyakan berkewarganegaraan asing di usia 27 tahun. Ia pun diakui oleh lembaga profesi di Selandia Baru, Inggris, Australia,dan Indonesia ketika bekerja di bidang risk management dan asuransi.

Pada masa pemerintahan Gus Dur, Muhaimin Iqbal direkrut Bambang Subiyanto (Menteri Keuangan) dan Baihaqi Hakim (Dirut Pertamina), untuk menjadi Direktur Teknik PT Asuransi Tugu Pratama, salah satu anak perusahaan Pertamina.

Klien utama perusahaan asuransi ini adalah beberapa perusahaan asing dan induknya sendiri, yaitu Pertamina. Disini ia mendapat mandat untuk memulihkan perusahaan menjadi lebih bersih dan profesional.

Pada 2008, atau saat usianya menginjak 45 tahun, Muhaimin Iqbal memutuskan untuk benar-benar keluar dari rutinitas dunia kerja kantoran. Meskipun kerja kantoran memberikannya kenyamanan dan cenderung stabil, ia memilih untuk menjadi pengusaha penuh waktu.

Hal ini ia lakukan karena selama melakukan usaha di luar jam kantor, semua usahanya tidak ada yang berhasil hingga ke enam kalinya. Kini ia betul-betul ‘membakar kapalnya.’

Usaha pertama yang ia lakukan setelah berhenti bekerja adalah mengelola Gerai Dinar yang telah ia rintis setahun sebelumnya. Alasannya bukan hanya semata-mata karena bisnis melainkan ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang investasi, perlindungan nilai, dan perniagaan. Ia juga ingin memasyarakatkan dinar sebagai alat tukar yang adil dan memiliki ketahanan nilai.

Usaha selanjutnya adalah Rumah Madu. Disini ia memproduksi dan menjual madu. Madu dipilihnya karena makanan ini terbukti secara ilmiah memiliki banyak manfaat dan khasiatnya sudah dijamin oleh Al-Qur’an serta sunnah Rasululllah SAW.

Melihat alasan-alasannya jelaslah bahwa Muhaimin Iqbal memiliki usaha bukan hanya karena melihat peluang dan potensi pasar saja namun juga berdasarkan analisanya terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Ini pula yang menjadi pesannya kepada para pengusaha muda muslim agar tidak lupa untuk mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an terlebih dahulu sebelum memilih, menentukan, dan memulai usaha.

Muhaimin Iqbal tidak berhenti di dua usaha itu saja. Ia selanjutnya mendirikan lembaga pelatihan wirausaha bernama Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin. Setelah lulus, para alumni bersama dengan Muhaimin kemudian membangun kawasan pertanian dan peternakan kambing di daerah Jonggol, Bogor, yang kemudian disebut dengan Jonggol Farm.

Jonggol Farm kemudian menjadi pusat kegiatan praktek Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin, beternak kambing, serta mengembangkan budidaya jamur dan makanan olahan dari jamur. Di daerah ini ia juga mendirikan sebuah masjid bernama Daarul Muttaqiin yang bahan dasar bangunannya terbuat dari gedebong pisang.

Di dalam masjid berbagai kegiatan dilakukan seperti misalnya i’tikaf wirausaha di bulan Ramadhan. Malam hari para peserta tekun beribadah, sementara itu di siang hari mereka diberikan pelatihan mengenai kewirausahaan.

Diharapkan selepas Idul Fitri para peserta dapat langsung mempraktekkan ilmu yang telah didapatkannya dengan terjun secara total di dunia wirausaha. Dengan demikian cita-cita mewujudkan kedaulatan ekonomi umat muslim dapat segera tercapai.

Lalu, bagaimana dengan iGrow?

iGrow sendiri didirikan pada Agustus 2014 oleh Muhaimin Iqbal sebagai CEO dan Andreas Senjaya sebagai CTO. iGrow berada di bawah naungan PT iGrow Resources Indonesia yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. 43, Depok, Jawa Barat.

Startup ini memberikan layanan yang memungkinkan setiap penggunanya untuk bertani tanpa harus memiliki tanah dan kemampuan berkebun atau bercocok tanam.

Lewat fiturnya pengguna dapat memilih tanaman dan lahan yang bisa dijadikan investasi, mulai dari kurma hingga durian. Mereka dapat mendaftarkan diri di iGrow, kemudian memilih benih dan lahan, lalu menginvestasikan sejumlah uang untuk proses pertanian.

Bisnis ini menghubungkan para pengguna sebagai pemberi dana dengan petani, pemilik lahan, dan pembeli hasil pertanian.

Sejak awal berdiri, ‘Farmville dalam kehidupan nyata’ ini sudah memperoleh prestasi baik itu di dalam maupun di luar negeri. Setelah tahun 2014 memenangkan Startup terbaik Asia di arena Tech in Asia, di tahun 2015 iGrow kembali menjadi salah satu yang terbaik namun di wilayah yang lebih luas yaitu di EuroAsia melalui event Startup Istanbul 2015.

Dan puncaknya, pada awal tahun 2016, iGrow yang diwakili oleh Andreas Senjaya diundang ke Silicon Valley untuk mengikuti kelas pengembangan startup bernama 500accelerator yang diadakan oleh 500startups, sebuah perusahaan modal usaha asal Amerika Serikat.

Pada 24 Juni 2016, iGrow mengumumkan kepada pers bahwa startup mereka telah mendapatkan pendanaan dari dua pemodal ventura, yaitu East Ventures dan 500 Startups, dengan nilai yang tidak diungkapkan.

Investasi dari dua pemodal ventura tersebut diharapkan bisa mempercepat misi iGrow untuk menanam pertanian organik dan mengembangkan bisnis di masa depan, tidak hanya di Indonesia namun juga ke negara lain.

Rencananya, di akhir tahun 2016, mereka akan menjajaki untuk membuka peternakan dan pasar di negara-negara lain seperti Turki, Jepang, dan negara-negara di Afrika.

Lewat artikel yang ditulisnya, Muhaimin Iqbal menyatakan tidak pernah membayangkan bahwa iGrow bisa seberhasil ini. Sejatinya ide awal startup ini lagi-lagi merujuk dari ayat dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an memerintahkan umat muslim untuk memakmurkan bumi dan memberi makan pada seluruh penduduk bumi. Dan itulah misi iGrow yang sebenarnya, menjalankan perintah Allah yang ada di dalam Al-Qur’an.

Kabar terakhir menyebutkan bahwa iGrow masuk di urutan 21 dari Disrupt100 (seratus perusahaan baru yang akan mengubah pasar dunia), lima besar dari The 50 Most Innovative Muslim Startups 2016, dan finalis di Innovation 4 Impact (I4I) pada event Global Islamic Economy Summit 2016 di Dubai awal Oktober.

Sosok Muhaimin Iqbal sebagai pendiri dan pencetus berbagai ide usaha muslim tentu patut kita jadikan inspirasi. Bahwa agama bukanlah halangan bagi kita untuk sukses di dunia, namun ternyata ayat-ayat dalam kitab suci dapat kita jadikan tuntunan untuk sukses di dunia.

Dan, tentunya, keuntungan yang didapat pun menjadi berlipat ganda. Jika jalan dan niat yang dilakukan baik tidak melanggar larangan agama, maka tidak hanya sukses dunia yang didapat, akhirat pun niscaya akan tercapai. InsyaAllah.

Penulis : Panca Purnamasari

ByGerai Dinar Pekalongan

Mendakwahkan ‘Timbangan’ Yang Adil

“Menurut Imam Ghazali, Emas ibarat cermin. Dirinya sendiri tidak memiliki nilai tetapi dapat dengan akurat mencerminkan nilai dari benda-benda lainnya,” demikian diungkapkan oleh Muhaimin Iqbal, pendiri DinarClub dan Gerai Dinar (geraidinar.com), dalam penjelasan mengenai posisi emas dalam kondisi resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 2008.

Penting diketahui bahwa kebijakan bailout Bank Century yang kini ramai dibicarakan oleh banyak pihak itu terjadi pada saat ‘resesi’ di tahun tersebut. Secara teknis sebenarnya definisi resesi adalah apabila terjadi pertumbuhan negatif dari GDP suatu negara dalam dua kwartal berturut-turut. Namun karena indikator GDP ini tidak sepenuhnya akurat maka berbagai pihak berusaha untuk mendeteksi resesi ini secara lebih akurat/dini; agar dapat mengambil langkah-langkah perbaikan sebelum semuanya menjadi terlalu sulit.

Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh National Bureau of Economic Research (NBER) yang mendifinisikan bahwa resesi adalah “Penurunan aktifitas ekonomi secara significant yang menyebar secara luas dan berlangsung beberapa bulan..”; maka menurut definisi ini bisa saja saat itu Indonesia sedang berada dalam kondisi resesi.

Berbeda dengan tahun 2008, krisis yang menimpa Indonesia pada 1997 lebih dapat dirasakan oleh banyak pihak dan memberikan banyak pelajaran berharga karena yang terjadi bukan hanya krisis pada pasar uang melainkan krisis moneter dan ekonomi. Satu dari banyak pelajaran itu adalah orang kembali menengok emas. Investasi (saving) emas pun dinilai menjadi pilihan yang menjanjikan dibanding dengan uang kertas.

Pasca krisis 1997, nilai kekayaan masyarakat yang dinilai dengan uang kertas jauh berkurang, baik karena nilai kurs rupiah yang anjlok maupun karena daya beli masyarakat yang sangat rendah. Kenyataan itu tak terjadi pada emas. Sigit Pumawan Jati, dalam Dinar dan Dirham sebagai Mata Uang Islam, mengungkapkan bahwa emas tidak terpengaruh oleh inflasi serta aman dari depresiasi nilai mata uang. Ini berbeda dengan bentuk investasi lain, misalnya deposito dan tanah. Dengan suku bunga deposito yang tinggi misalnya, ternyata tingkat inflasi pun ikut pula tinggi. Investasi tanah pun menjadi amat riskan dalam situasi ekonomi yang rentan dan labil, karena tanah atau properti merupakan investasi yang paling tidak laku saat kondisi ekonomi sedang loyo.

Maka, menurut Sigit, adalah wajar bila emas menjadi investasi strategis karena relatif bebas dari inflasi atau depresiasi nilai mata uang. Sebagai contoh, harga emas intemasional pada Juli 1997 adalah US $ 290/troy oz atau US $ 9,32/gram. Apabila kondisi mata uang di suatu negara -misalnya rupiah merosot dari Rp 3 ribu menjadi Rp 12 ribu untuk 1 dolar AS, maka harga emas di Indonesia akan berubah dari Rp 27 ribu/gram menjadi Rp 111 .840,-/gram, atau naik sebesar 400 persen. Jadi, nilai emas akan selalu memiliki daya beli yang tetap.

Selain sebagai investasi, lanjut Sigit, emas (dan juga perak) kembali ditengok sebagai altematif mata uang tangguh untuk mencegah merosotnya nilai mata uang. Nilai mata uang yang berlaku saat ini, pasti terikat dengan mata uang negara lain (misalnya rupiah terhadap dolar AS). Tidak bersandar kepada nilai intrinsik yang dikandungnya sendiri. Implikasinya, nilainya tidak pernah stabil. Bila nilai mata uang itu bergejolak, pasti akan mempengaruhi kestabilan mata uang tersebut. Fenomena seperti itu nampak mulai awal Juli 1997, tatkala 1 dolar AS masih senilai Rp 2.445. Karena faktor ekonomi -seperti defisit neraca transaksi berjalan— dan faktor non ekonomi —seperti isu seputar kesehatan Presiden Soeharto— pada awal Januari 1998 nilai rupiah telah anjiok menjadi Rp. 11.000 per 1 dolar AS. Jelas, nilai rupiah sangat tidak stabil karena terikat dolar AS.Karenanya, orang mulai mencari-cari mata uang yang tak terkena depresiasi nilai mata uang serta mempunyai nilai intrinsik yang terkandung dalam dirinya sendiri. Emas dan perak memenuhi kriteria tersebut. Dengan menggunakan emas dan perak sebagai mata uang, nilai nominal dan nilai intrinsiknya akan menyatu padu. Dengan kata lain, nilai nominalnya tidak ditentukan oleh daya tukamya terhadap mata uang lain, tetapi ditentukan oleh berat emas atau perak itu sendiri. Maka, depresiasi tidak akan terjadi sehingga kestabilan mata uang Insya Allah akan dapat dijamin.

Fakta itu tentu menguatkan apa yang telah diungkap oleh Muhaimin Iqbal tentang pendapat Imam Ghazali mengenai emas. Dan sebagai ‘hakim’ yang adil, emas tetap berperilaku adil sebagai pengukur nilai barang-barang dalam situasi apapun –termasuk dalam situasi krisis.

Kehadiran Gerai Dinar

Banyaknya orang yang mulai berinvestasi emas tentunya menjadi peluang tersendiri bagi mereka yang melirik emas sebagai lahan bisnis baru. Banyak pula orang yang mencari keuntungan dengan berspekulasi selisih harga emas dengan uang kertas. Akan tetapi tidak demikian dengan kehadiran Gerai Dinar yang bertempat di Kelapa Dua, Depok dan memiliki situs ‘geraidinar.com’.

Menurut Muhaimin Iqbal, Gerai Dinar ini dirikan untuk menopang misi da’wah Islam yaitu untuk memperkenalkan kembali Dinar dan Dirham sebagai timbangan (mata uang) yang adil di zaman ini. Namun demikian, Dinar dan Dirham di Indonesia tidak sepenuhnya dapat berfungsi sebagai mata uang. Bahkan, hingga saat ini memang tidak ada negara di dunia yang benar-benar menggunakan mata uang Dinar Islam, tetapi sepanjang sejarah Islam sejak zaman Rasulullah Saw sampai saat keruntuhan Kekhalifahan Usmaniah Turki, Dinar Islam inilah yang digunakan sebagai mata uang.

Untuk mendukung dan memaksimalkan dakwah serta mengoptimalkan penggunaan dinar, sebelumnya juga sudah terbentuk DinarClub. Dengan menjadi anggota DinarClub informasi harga Dinar dapat diperoleh melalui sms services setiap saat diperlukan. Tolong menolong sesama anggota Club juga dimungkinkan untuk saling berjual beli Dinarnya maupun produk-produk lain yang nantinya bisa ditawarkan oleh sesama anggota.

Status Dinar di Indonesia

Dalam hukum Indonesia Dinar diperlakukan sebagai emas, belum sebagai uang. Karena status Dinar bukan mata uang, Gerai Dinar ini menjadi semacam toko jual-beli emas berupa koin Dinar. Dengan demikian, ijin dari Gerai Dinar sebagai Toko Emas dengan SIUP dari Perdagangan bukan Departemen Keuangan.

Produk yang ditawarkan di Gerai Dinar yaitu Dinar Islam atau juga disebut Islamic Gold Dinar (IGD) yang terbuat dari emas 22 karat seberat 4,25 gram. Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, 

”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).

Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya. Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka diketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.

Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham. Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram. Dirham seperti itulah yang juga menjadi produk Gerai Dinar.Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah Saw– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah Saw yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini.

Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia – PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam. Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan dan dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk.

Di dalam sistem hukum perpajakan Indonesia memang emas dikategorikan menjadi dua yaitu emas batangan dan emas perhiasan.  Dinar sayangnya dimasukkan dalam kategori perhiasan; otomatis terkena PPN 10%. Soal ini, Muhaimin Iqbal secara terus terang belum mengetahui kenapa pemerintah memasukkan koin Dinar dalam kelompok perhiasan sehingga terkena PPN ini. Di Uni Eropa saja sejak tahun 1998, koin emas tidak terkena VAT.

Dampak dari PPN ini memang akan terasa kalau kita membeli emas perhiasan atau Dinar dan kita hanya diamkan terus. Emas atau Dinar kita akan 10% lebih mahal dari seharusnya karena faktor pajak ini. Namun kalau Dinar terus kita putar dalam perdagangan, maka pajak keluaran dan pajak pemasukan bisa saling diperhitungkan. Dengan demikian dampak pajak tidak terlalu menyakitkan kalau Dinar kita produktif.

Tanpa diproduktifkanpun dengan rata-rata statistik appresiasi Dinar terhadap Rupiah selama 40 tahun yang menunjukkan angka 30%/tahun sudah jauh lebih dari cukup kalau hanya untuk sekedar mengatasi masalah PPN yang 10 % tadi.

Mengenai kaitannya dengan zakat, Dinar dan juga harta lainnya berupa perhiasan, uang kertas dan harta-harta lainnya, semua terkena wajib zakat apabila telah mencapai nisabnya, yaitu 20 Dinar dan melewati satu tahun. Zakatnya adalah 2.5% apabila di hitung dalam tahun Qomariah dan 2.58% apabila dihitung dalam tahun Syamsiah. Dengan berhijrah ke Dinar, tentunya perhitungan zakat yang dikeluarkan akan lebih mudah dan akurat perhitungannya.

Oleh : Saca Firmansyah

ByGerai Dinar Pekalongan

Apakah Koin Dinar Menguntungkan?

Investasi emas memang sudah sangat familiar, mulai dari bentuk perhiasan, emas batang, sampai koin emas. Ya koin. Tidak hanya di negara barat yang terkenal dengan investasi koin, di Indonesia sendiri kita pun juga memiliki investasi koin. Secara umum investasi koin dibagi menjadi dua yaitu, Koin kuno (rare coin / numismatic coin) atau koin modern (bullion coin).

Namun untuk kemudahan penjelasan investasi koin emas di Indonesia, kami hanya akan membahas koin Dinar saja.

Koin emas dinar dirham yang diproduksi  mulai dari 22 karat hingga 24 karat dengan berat 4.25gram sampai 4.44 gram yang berfungsi untuk investasi, mahar, dan pembayaran zakat

Dinar ini diproduksi mulai dari emas 22 karat hingga 24 karat. Beratnya ada yang standard 4.25 gram, ada juga yang 4.44 gram tergantung produsen Dinar. Dinar emas dan dirham perak telah menjadi alat tukar resmi sejak masa sebelum Rasullulah Saw sampai jatuhnya ke khalifahan Turki pada tahun 1924. Kedua uang logam tersebut digunakan umat Islam selama lebih dari 1.400 tahun dan digunakan selama lebih dari 4.000 tahun selama peradaban manusia.

Fungsi Dinar

Fungsi dinar dan dirham hingga saat ini kebanyakan masih sebagai tabungan, pembayaran zakat atau mahar (emas kawin). Sangat jauh berbeda dengan jaman dahulu yang digunakan sebagai alat transaksi. Dari sini pun juga kita akan diperlihatkan keampuhan emas terhadap inflasi dan mata uang fiat.

Pada jaman Rasulullah SWT dulu, Dinar difungsikan sebagai alat mata uang. Mengenai penggunaan mata uang Dinar dapat kita lihat dari Hadits berikut:

“Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata: saya mendengar penduduk bercerita tentang ‘Urwah, bahwa Nabi S.A.W. memberikan uang 1 Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli 2 ekor kambing, kemudian ia jual 1 ekor kambing dengan harga 1 dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli tanahpun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)

Dari hadits yang berusia ribuan tahun silam, hingga saat ini harga kambing masih berkisar antara 1 – 2 dinar.

Harga satuan Keping Dinar dari tahun 1968 sampai 2012

Luar biasa bukan? Dari ribuan tahun, namun nilainya tetap seperti itu. Jikalau kita memiliki 1 dinar semenjak dahulu kala, hingga hari ini kita masih tetap mampu membeli seekor kambing. Poin ini-lah yang menunjukkan bahwa emas mampu melawan inflasi.

ByGerai Dinar Pekalongan

Saatnya Investasi Emas

Saat memutuskan untuk investasi emas seyogyanya kita memang harus tahu dulu tujuan dari investasi tersebut agar punya perencanaan matang untuk keuangan di masa mendatang. Namun tak lupa pula harus memperhatikan jangka waktu investasinya.

Pengamat investasi emas, Endy J Kurniawan, mengatakan emas dapat menjadi alat proteksi dan investasi. Ia mengungkapkan dalam beberapa tahun ke depan harga emas biasanya akan meningkat. “Emas naik lebih tinggi 10 persen terhadap biaya pendidikan, 15 persen terhadap biaya pernikahan dan 18 persen terhadap biaya umroh,” katanya.

Biaya naik haji juga turun lagi dengan hanya 95 gram emas. Hal ini sangat bertolak belakang dengan nilai uang kertas dimana biaya berhaji selalu meningkat dari tahun ke tahun jika menggunakan standar uang kertas.

Endy pun memaparkan terdapat sejumlah alasan harga emas akan terus naik, seperti ekonomi yang tidak menentu, eksplorasi sumber tambang baru yang tidak mudah, emas yang tetap langka karena cadangan emas bertambah 1,3 persen per tahun atau sama dengan pertumbuhan populasi penduduk bumi. “Dalam dua tahun mata uang dollar telah turun 36 persen terhadap emas dan dalam waktu yang sama rupiah telah turun 28 persen terhadap emas,” tukas Endy.

Tren tahunannya emas naik minimal 20 persen. Oleh karena itu, Endy menyarankan jika berminat investasi emas minimal dilakukan selama satu tahun. Emas pun menjadi pilihan investasi karena karakternya yang likuid, tahan lama, kebal inflasi, mudah disimpan, berisiko sedang, perawatannya mudah, modal awalnya minimal dan emas dapat diterima di manapun (global currency).

Oleh : Endy J Kurniawan

Butuh Bantuan?
Chat via WhatsApp